Flowchart Standard Operasional Prosedur Anti Rayap Proyek Gedung


PRE TREATMENT
·         Melaporkan kedatangan pada PIC proyek


·         Melihat petunjuk kerja
·         Inspeksi awal keadaan lokasi yang akan ditreatment
·         Menjelaskan pada PIC proyek langkah-langkah dan durasi treatment

1.   Aspek Teknik Metode Pelaksanaan

A.   Persiapan Area
  1. Cek lokasi yang akan di spray termite control, area yang akan di spray adalah tanah di bawah lantai beton.
  2. Ratakan permukaan tanah sesuai level dalam shop drawing, sehingga tidak akan terjadi penggalian lagi atau tidak terganggu lagi.
  3. Buang puing-puing atau kotoran seperti : kayu, rumput-rumput, sampah-sampah dll.
  4. Untuk mendapatkan hasil yang baik permukaan tanah yang akan diaplikasi dalam kondisi kering/tidak tergenang air.
  5. Pasang safety line area yang akan di spray agar tidak berbahaya untuk orang lain.
  1. Penyemprotan
 a) Siapkan alat penyemprotan bertekanan tinggi serta berfungsi dengan baik.
video
b)    Campurkan Termitisida dengan air atau bahan pelarut lainnya, sesuai dengan komposisi yang tercantum pada label produk.

video
c)    Semprotkan larutan anti rayap ke atas permukaan tanah yang telah disiapkan, setiap 3 - 5 liter larutan disemprotkan ke tiap 1 m2.
d)    Area yang sudah disemprot segera diblinding/dipasang lantai kerja, untuk menghindari apabila terjadi turun hujan.
e)  Apabila setelah disemprot termite control, terdapat galian lagi atau terkena hujan besar dan lebat dimana area yang telah dilakukan treatment anti rayap kondisinya tergenang air, maka harus di semprot ulang.
f)  Apabila ada area yang sudah terlanjur dipasang blinding, maka pelaksanaan harus di injeksi per m2
 
2.  Material yang digunakan
Material yang digunakan harus terdaftar ijin resmi dari Kementrian Pertanian  dan Komisi Pestisida.  

3  Peralatan Kerja

No
Resources
QTY
1
Power spray & injector
1 set
2
Mesin Sanchin
1 set
3
Drum
1 buah
4
Selang bertekanan
55 m

3.1  Personal Protective Equipment ( PPE)
  • 2 unit masker
  • 2 unit kaca mata safety
  • 2 pasang safety shoes
  • 2 pasang sarung tangan
  • 2 unit helm safety
4.  PETUGAS
  • 1 orang project manager
  • 2 orang teknisi
5. SCHEDULE
    Schedule untuk masing-masing area sebagai berikut :

No
Working Activity
Days
1
2
3
4


1
Prepare Location






2
Aplication Termite Control






3
Blinding Layer















6. Kesehatan, Keselamatan Kerja & Lingkungan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam HSE adalah :
  • MSDS (Material Safety Data Sheet) harus ada dan diketahui oleh orang-orang yang bertugas.
  • Pastikan sebelum pelaksanaan, semua pekerja sudah diberikan intruksi, mengenai aturan safety di proyek.
  • Pastikan pekerja menggunakan alat-alat safety yang dibutuhkan (safety shoes, helm, masker dan sarung tangan pada waktu mencampur bahan).
  • Pastikan penanganan material/storage sesuai dengan instruksi di dalam MSDS.
  • Pastikan pembuangan bekas cucian tidak disembarang tempat.
7. Analisa Resiko dan Penanggulangannya
  • Termitisida mengandung bahan kimia berbahaya, apabila seseorang tersiram, mengenai mata maka segera dicuci menggunakan air bersih.
  • Penempatan/storage harus dipisahkan dengan meterial yang lain, hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyalahgunaan material tersebut ataupun terjadi salah pengertian. Oleh karena itu label yang menyatakan bahwa material tersebut berbahaya tetap terpasang.
POST TREATMENT
  • Melakukan inspeksi akhir pada hasil yang ditimbulkan setelah treatment dan memberitahukan pada PIC.
  • Melaporkan penyelesaian pekerjaan dalam treatment report.